NusaReborn



Results 1 to 2 of 2

Thread: [Diary] Ketika menghadapi bos fanatik yang berusaha memaksakan keyakinannya pada saya


Share on Facebook Tweet on Twitter
  1. #1

    O's Avatar
     
    O is offline





    "Valley Of The End"
    Clan 666
    Chieftain
    Joined NSR
    22/10/2010
    12,047
    Posts
    1015
    Threads
    Thanked
    988 Times
    Thanking
    568 Times
    Rep Power
    36


     

    Default [Diary] Ketika menghadapi bos fanatik yang berusaha memaksakan keyakinannya pada saya

    Ini kejadian sebenarnya yang saya alami beberapa Bulan yang lalu ketika menghadapi bos fanatik yang berusaha memaksakan keyakinannya pada saya.

    Beberapa bulan lalu, saya resign dari perusahaan tempat saya bekerja selama sekitar 4bulan yang lalu, dan saya bekerja kurang lebih sudah 2tahun. Saya resign karena saya sudah mencapai titik jenuh dengan rutinitas yang sama setiap harinya. Seminggu setelah meninggalkan kantor lama, saya sudah ngantor di perusahaan lain. Sebuah perusahaan baru yang bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan tempat saya bekerja sebelumnya. Saya juga masih menangani bidang yang sama, sesuai dengan pengalaman-pengalaman saya bekerja sebelumnya.

    Sekitar 5 hari di perusahaan baru tersebut, siang itu tiba-tiba pemilik perusahaan telpon langsung ke handphone saya. Saya diminta datang ke rumahnya (yang juga difungsikan sebagai kantor dan gudang di bagian belakang), Sebuah mobil telah meluncur untuk menjemput saya di Kantor.

    Sekitar 45 menit perjalanan, akhirnya sampailah saya di rumah si boss besar. Rumah yang sangat luas, dengan interior yang boleh dibilang agak berlebihan. Ruang kantor si boss juga boleh dibilang terlalu besar.

    Ketika saya tiba, ternyata si boss sedang rapat dengan beberapa orang karyawan. Apakah saya disuruh datang untuk ikut dan hadir dalam rapat tersebut,
    Namun, dugaan saya meleset. Sampai rapat tersebut selesai (sekitar 15 menit setelah ketibaan saya), saya tidak diminta untuk terlihat dalam rapat, walaupun saya sempat melaporkan ketibaan saya pada boss di ruang rapat tersebut.

    Si boss pun memanggil saya untuk menuju kantornya. Saya ditawari apakah mau kopi atau mau teh. Saya minta air mineral saja, karena saya kan tidak sedang bertamu. Boss menyuruh office boy membawakan minuman.
    Setelahnya boss pun berbicara ngalor ngidul tentang perusahaannya, tentang dirinya, tentang keluarganya. Awalnya saya tidak paham arah pembicaraannya. Hingga akhirnya boss tersebut mengemukakan sebuah pertanyaan kepada saya.

    "Menurut kamu, keberhasilan manusia itu berasal dari mana?", tanya si boss.
    "Menurut saya, keberhasilan itu berasal dari kerja yang terarah sesuai dengan perencanaan yang baik," jawab saya.
    "SALAH", balas si boss dengan suara agak tinggi.
    "Keberhasilan itu berasal dari pemberian Tuhan ", lanjut si boss lagi.
    Saya terkesiap dengan pernyataan boss ini. Di kantor saya bekerja dan di kantor rumahnya ini memang hampir semua dinding terdapat gambar orang" yang berkeyakinan kepada tuhan, Awalnya saya agak bingung, karena sebuah tempat kerja tidak jauh beda nuansanya dengan sebuah lembaga agama, atau bahkan tempat ibadah. Tapi seketika semua menjadi jelas bagi saya. Boss saya ini termasuk penganut agama yang fanatik.

    Kemudian boss ini melanjutkan,
    "Sekarang saya tanya sekali lagi, menurut kamu, keberhasilan itu berasal dari mana?", tanya si boss dengan tatapan mata langsung pada mata saya.
    "Keberhasilan itu berasal dari kerja yang terarah sesuai dengan perencaaan yang baik," jawaban saya tetap sama, dengan jawaban yang pertama kali.

    Boss diam sejenak, lalu kemudian meneruskan kata-katanya yang tidak lebih dari menceramahi saya soal tuhan dengan segala kekuasaannya. Bahwa segala sesuatu itu sudah direncanakan oleh tuhan, dan keberhasilan siapapun itu tidak berasal dari manapun kecuali dari tuhan. Saya dibilang saat ini belum bisa paham, tetapi suatu hari akan memahami hal tersebut.

    Sungguh, saya sangat tidak berminat dengan apa yang disampaikannya, karena saya adalah seorang karyawan yang bekerja pada perusahaannya, bukan seorang umat yang sedang meminta pelayanan dari pendeta agama.
    Namun akhirnya waktu mengalahkan semuanya. Pertemuan yang tidak ada nilai plusnya ini akhirnya selesai, dan saya pun kembali menuju kantor tempat saya bekerja.
    2 hari kemudian, saya diinfokan oleh asisten boss, bahwa jabatan saya sebagai Supervisor (sesuai perjanjian saat interview langsung dengan si boss). Saya ditempatkan pada posisi Kepala staff di bagian umum.
    Saya pun mengajukan protes. Saya menghubungi boss dan mempertanyakan keputusan sepihak tersebut.
    Siang itu, saya diminta boss untuk menghadiri rapat yang digelarnya di kantor. Katanya ini sebagai perkenalan resmi saya dengan semua pimpinan bagian di perusahaan tersebut.
    Ternyata, ini sebuah rapat yang sudah direncanakan sebagai ajang membantai saya. Dalam rapat ini, saya duduk di ujung meja rapat (bagian depan), dan saya dijadikan pesakitan untuk ditanyai atau bahkan lebih tepatnya diinterogasi.
    Boss bertanya, dengan latar belakang pendidikan psikologi, bagaimana cara mengetahui karakter pribadi seseorang? Tentunya jawaban yang ilmiah sesuai keilmuan adalah dengan melakukan assement. Namun assesment jelas butuh alat tes, waktu tes, analisa, sehingga sampai pada sebuah kesimpulan. Namun boss maunya yang seketika. Ilmu psikologi disamakan dengan ilmu perdukunan sehingga bisa membaca karakter orang dengan seketika.
    Namun penjelasan ilmiah ditolak oleh si boss. Akhirnya saya hanya bisa menyimpulkan bahwa rapat ini hanyalah sebuah drama untuk memberantas orang seperti saya yang tidak mau menjawab pertanyaannya 2 hari lalu sesuai keyakinannya dan kemauanya.

    Walau dongkol, namun saya berusaha menyikapi kejadian tersebut dengan tenang. Memang benar anda adalah pemilik perusahaan, anda adalah boss, tetapi saya bekerja dengan menukar ilmu, tenaga, waktu dan pikiran saya dengan upah.
    Saya bukan bekerja dengan menukar apa yang saya pegang sebagai prinsip dan pandangan saya dengan gaji.
    Anda dapat menindas saya karena status anda boss dan status saya karyawan. Namun anda tidak akan bisa menindas saya jika anda bukan boss saya dan saya bukan bawahan anda.
    Pada akhir rapat tersebut, saya mengajukan resign !!!
    Saya tidak butuh anda untuk meningkatkan kualitas hidup saya, dan sama sekali tidak butuh tuhan anda untuk memberikan keberhasilan bagi saya, karena saya mampu meningkatkan kualitas hidup saya dan mencapai keberhasilan dengan upaya saya sendiri, dengan tenaga saya sendiri, dengan keringat saya sendiri.
    Jika anda yakin bahwa keberhasilan anda berasal dari tuhan anda, silahkan makan saja sendiri keyakinan anda.

    Jadi, kalau anda seorang theis dan berpikir untuk menindas atheis dengan keyakinan dan pandangan anda... jelas anda sedang bermimpi di siang bolong.
    Last edited by O; June 24th, 2014 at 06:56.


  2. The Following User Says Thank You to O For This Useful Post:

    shunpoo (October 30th, 2015)



  3. #2

    FallenAngeL's Avatar
     
    FallenAngeL is offline



    I have decided to follow Jesus no turning back

    "Surabaya"
    Clan VIVA
    Grunt
    Joined NSR
    04/07/2009
    1,076
    Posts
    666
    Threads
    Thanked
    217 Times
    Never
    Give Thanks
    Rep Power
    66


    Awards Showcase


     

    Default Re: [Diary] Ketika menghadapi bos fanatik yang berusaha memaksakan keyakinannya pada

    curhatan lama sih, cuma saya tertarik ketika membacanya

    kalau menurut saya pribadi fanatik tidak bisa di sama artikan dengan seseorang yg percaya akan tuhan atau rumahnya penuh dengan nuansa agamawi dan sebagainya
    fanatik kalau menurut saya sendiri adalah keyakinan yg berlebihan terhadap sesuatu yg dipercayai

    contoh saja anda, anda tidak percaya akan tuhan, anda yakin bahwa tuhan itu benar2 tidak ada, anda juga bisa disebut fanatik

    soal sikap bos anda itu kalau "menurut saya" masih tergolong katagori wajar (kenapa saya bilang wajar, karena bos anda memanggil anda secara baik2 untuk datang kerumahnya, bukan memberitahu anda blablabla di depan umum)
    saya sendiri jika ada teman saya / bawahan saya yg saya rasa "keluar dr jalur" pasti akan saya tolong / beritahu
    bukankah sewajarnya kalau kita sebagai umat manusia saling menolong ?

    untuk rapat di depan semua pimpinan bagian itu ya wajar2 kok, toh anda seorang sv, di tempatkan sbg kepala staff bagian umum pula
    jelas setidaknya paham mengenai seluruh bagian perusahaan tsb
    mana mungkin orang yg tidak bisa apa2 di tempatkan menjadi seorang kepala staff oleh pimpinan perusahaannya kan.

    okey lah ini cuma opini saya aja
    ga semua hal dapat kita lihat dr sebelah sisi saja
    ada baiknya kita bisa melihat sisi positifnya juga

    udah setahun lebih, mungkin sekarang anda sudah menjadi seorang yg berhasil, dan berkualitas hidupnya
    boleh kalau mampir ke forum nusa lagi kita bisa sharing2 soal real life anda
    saya senang sekali membaca2 seperti ini

    i am safe is His hands
    (resign)




Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •